Visi

“Mewujudkan Fakultas Hukum Unkris yang unggul ditingkat Nasional dalam penguasaan Ilmu Hukum, kompetitif, dan bermoral yang mengabdi untuk kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara.”

 

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam suasana akademik berbasis kompetensi;
  2. Menyelenggarakan pendidikan ilmu hukum agar lulusannya menjadi tenaga profesional dan berkemampuan mengikuti pendidikan Magister Ilmu Hukum serta pendidikan lanjutan lainnya;
  3. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu hukum, baik untuk kepentingan pengembangan teori maupun riset;
  4. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang hukum yang berorientasi kepada peningkatan kesadaran hukum masyarakat;
  5. Menyelenggarakan tata kelola Fakultas Hukum yang baik.

 

Motto

Sebagai suatu Perguruan Tinggi, Universitas Krisnadwipayana tentu tidak terpisahkan dengan TRI DHARMA Perguruan Tinggi dan asas kebebasan Akademi. TRI DHARMA Perguruan Tinggi inilah diharapkan akan menghasilkan sarjana-sarjana yang dijiwai oleh falsafah Negara yaitu Pancasila, serta mengakui kebhinekaan dalam persatuan bangsa. Dengan perkataan lain, Universitas Krisnadwipayana hendaknya menjadi wahana penalaran ilmiah watak dan perilaku warga negara yang berilmu, profesional, obyektif, adil dan berwawasan ke masa depan bangsa.

Dengan tetap memelihara yang didasari perbedaan-perbedaan pendapat yang dimiliki oleh para dosen, mahasiswa dan alumni akan semakin mantap dan selalu berkembang sesuai peradaban bangsa dan masyarakat dunia dari masa ke masa. Karena itu menjadi bahan pendidikan dan diskusi untuk digunakan bagi pengabdian Fakultas Hukum UNKRIS dan seluruh Civitas Akademika bagi kemaslahatan kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia. Karena itu berdasarkan akademis yang berlaku di setiap Universitas, kiranya setiap insan akademia di Fakultas Hukum UNKRIS wajib saling menghormati pemikiran dan pendapat insan akademia yang lain.

Kesemuanya ini berkembang terus sampai kini, sesuai dengan motto Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana yang berbunyi :

 

“COGITATIONIS POENAM NEMO PATITUR”

(Tak seorangpun dapat dihukum karena apa yang dipikirkannya).